Senin, 04 April 2016

Mengapa menikah? Bagian III

  

 Apa alasan terselubung yang mendasari seseorang mencintai orang lain? Apa latar belakang tersamar yang mempengaruhinya? Ada banyak alasan untuk menikah selain karena cinta.
  Agar diperhatikan. Sebagian orang melihat pernikahan sebagai suatu benteng pengaman yang sangat mereka rindukan. Mereka melihat atau membayangkan kekuatan yang ada pada pasangannya. Jika pasangan itu saling membagi dan memberi kekuatan, maka keintiman dapat dibangun. Namun bila keinginan dari salah seorang pasangan hanya untuk "terus-menerus diperhatikan," terjalinnya keintiman pun akan terhambat.
  Karena kehamilan. Kenyataan menunjukkan, sekitar seperempat dari jumlah pernikahan terjadi karena si pengantin wanita hamil. Mungkin banyak dari pernikahan ini tidak akan terjadi jika sang wanita tidak hamil. Penelitian terhadap pernikahan semacam ini menunjukkan adanya hubungan antara kehamilan diluar nikah dengan ketidakbahagiaan dalam pernikahan.
  Ingin mencoba lagi. Hal ini terjadi ketika seseorang mencari pasangan baru segera setelah pernikahannya berakhir. Di satu sisi, ini adalah usaha keras untuk menunjukkan bahwa ia masih menarik bagi orang lain kepada mantan pasangannya. Pernikahan seperti ini patut dipertanyakan karena pernikahan yang terjadi masih berdasar pada hubungan dengan pasangan yang dulu dan bukan dengan pasangan yang baru.
  Pemberontakan. Dalam situasi ini orangtua berkata tidak dan pasangan yang hendak menikah berkata ya. Ini adalah demonstrasi dari kontrol seseorang terhadap hidupnya sendiri dan dapat menjadi usaha untuk menunjukkan kemandirian. Sayang sekali, orang itu menggunakan pasangannya untuk membalas orangtuanya.
  Melarikan diri dari lingkungan keluarga yang tidak bahagia. Beberapa penyebabnya antara lain pertengkaran, mabuk-mabukan dan penganiayaan. Tipe pernikahan ini beresiko, karena keterikatan sering terjadi sebelum perasaan-perasaan yang murni dari saling mempercayai, menghormati dan mencintai mendapat kesempatan untuk tumbuh.
  Kesepian. Sebagian orang tidak tahan membayangkan akan tinggal seorang diri sampai akhir hidupnya;tetapi mereka tidak menyadari bahwa bisa saja seseorang menikah tetapi masih merasakan kesepian yang mengerikan. Keintiman tidaklah instan, tetapi harus dibangun melalui saling berbagi dan keterlibatan selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Pelarian dari kesepian dapat menyebabkan ketegangan pada hubungan tersebut. Orang yang demikian dapat berkata, "Saya sangat kesepian. Bersamalah denganku setiap waktu dan buatlah aku bahagia."
  Penampilan fisik. Sebagian orang menikah karena tertarik secara fisik kepada seseorang. Masyarakat kita sangat memuja kemudaan dan kecantikan. Seringkali kita menentukan standar penampilan fisik pasangan kita bukan untuk memenuhi kebutuhan kita, tetapi hanya untuk memperoleh pengakuan dan kekaguman dari orang lain. Sebagian orang bahkan membangun konsep diri berdasarkan atribut fisik pasangan mereka.
  Tekanan sosial. Secara langsung atau tidak, hal ini dapat menjadi alasan untuk menikah dan datang dari berbagai sumber. Sahabat, orangtua, kerabat membawa pesan, "Menikah itu normal; agar memenuhi norma maka kamu harus melakukannya." Pertunangan dan pernikahan mungkin dapat menjadi alat untuk memperoleh status; sehingga kadang rasa takut tertinggal dapat ditimbulkan orang lain.
  Rasa bersalah dan kasihan. Hal ini masih menjadi alasan berlangsungnya pernikahan. Menikahi seseorang karena rasa kasihan yang ditimbulkan oleh adanya cacat fisik, penyakit atau kemiskinan tidak akan membangun hubungan pernikahan yang stabil.
  Menikahi kebutuhan fisik dan emosinya sendiri. Mereka memiliki kebutuhan pribadi untuk diperhatikan, dibahagiakan, mendapatkan kestabilan ekonomi, menjadi orangtua, dll. Pemenuhan kebutuhan sangatlah penting. Namun orang-orang ini mencipta sebuah bayangan pribadi yang mereka anggap mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut; kemudian mereka menikahi bayangan tersebut.


Semoga artikel Mengapa menikah? Bagian III bermanfaat bagi Anda. Jika kamu suka dengan artikel Mengapa menikah? Bagian III ini, like dan bagikan ketemanmu.

Poskan Komentar

Indahnya sebuah Pernikahan - All Right Reserved.Powered Edit by : cincin kawin